Menjelang tibanya hari raya, para atlet sering menghadapi dilema besar: keinginan untuk menikmati hidangan khas Lebaran yang kaya lemak dan karbohidrat, serta kewajiban menjaga kondisi berat badan ideal untuk kebutuhan kategori pertandingan. Menjawab tantangan tersebut, PGSI Aceh menerapkan program diet seimbang yang dirancang khusus bagi para pegulat binaannya. Fokusnya adalah memastikan bahwa mereka tetap dapat menikmati momen Idul Fitri bersama keluarga tanpa harus mengorbankan progres fisik yang telah dibangun dengan susah payah sepanjang tahun.
Dalam olahraga gulat, menjaga berat badan di kelas yang ditentukan adalah aturan mutlak. Kelebihan berat badan sedikit saja bisa memaksa seorang atlet untuk melakukan penurunan berat badan secara drastis (weight cutting) yang sangat berbahaya bagi kesehatan. Oleh karena itu, PGSI Aceh menyediakan panduan nutrisi yang sangat praktis namun efektif. Pegulat diajarkan untuk tetap mengonsumsi makanan yang bernutrisi lengkap—mengandung protein tinggi untuk pemulihan otot, karbohidrat kompleks untuk energi, serta serat dan mikronutrisi—bahkan di tengah godaan sajian Lebaran yang penuh dengan santan dan gula.
Program diet ini tidak berarti melarang atlet menyentuh hidangan khas Lebaran. Sebaliknya, tim ahli gizi PGSI Aceh memberikan edukasi tentang “porsi bijak”. Pegulat dianjurkan untuk membatasi konsumsi makanan berlemak tinggi namun tidak perlu menghilangkannya sepenuhnya secara psikologis. Dengan mengonsumsi makanan yang tepat sebelum menghadiri acara silaturahmi, atlet dapat lebih mudah mengontrol nafsu makan mereka saat berada di depan hidangan yang menggiurkan. Selain itu, pemenuhan kebutuhan hidrasi tetap menjadi prioritas utama selama bulan Ramadhan menuju hari kemenangan.
Selain pengaturan makan, tim pelatih tetap mengimbau para atlet untuk tetap melakukan aktivitas fisik ringan selama libur hari raya. Berjalan kaki, latihan peregangan, atau aktivitas aerobik ringan dinilai cukup untuk menjaga metabolisme tubuh agar tetap aktif meskipun dalam kondisi libur kompetisi. PGSI Aceh menyadari bahwa menjaga konsistensi adalah kunci keberhasilan. Dengan memadukan nutrisi yang terukur dan aktivitas fisik yang tepat, para pegulat Aceh diharapkan dapat kembali ke pemusatan latihan setelah libur dengan kondisi fisik yang tetap terjaga, tanpa harus mengalami kenaikan berat badan yang ekstrem.
