Kontak fisik yang keras atau peningkatan tekanan pembuluh darah saat aktivitas fisik berat dapat memicu pecahnya pembuluh darah kapiler di hidung. Di samping menerapkan prinsip biomekanika pendaratan aman olahraga untuk menekan risiko trauma benturan, kesiapsiagaan pertolongan pertama wajib dikuasai. Menangani kejadian pendarahan hidung atau mimisan secara cepat dan benar mencegah bahaya tersedak darah serta meminimalkan gangguan pada jalannya pertandingan.

Kesalahan umum yang sering terjadi saat menolong atlet mimisan adalah mendongakkan kepala korban ke arah belakang. Penanganan kasus pendarahan hidung melarang keras posisi mendongak karena menyebabkan aliran darah mengalir masuk ke tenggorokan dan saluran pernapasan. Kondisi tertelannya darah dapat memicu rasa mual, muntah, hingga risiko penyumbatan jalan napas yang membahayakan atlet.

Langkah pertolongan pertama yang benar adalah meminta atlet untuk duduk tegak dengan posisi kepala sedikit menunduk ke arah depan. Posisikan tubuh menunduk agar aliran darah keluar secara alami melalui rongga hidung bagian depan tanpa masuk ke tenggorokan. Mintalah atlet untuk bernapas secara perlahan melalui mulut selama prosedur penanganan pendarahan berlangsung di tepi lapangan.

Gunakan ibu jari dan jari telunjuk untuk menjepit erat bagian lunak cuping hidung selama sepuluh menit secara terus-menerus tanpa dilepas. Tekanan langsung pada area jaringan pembuluh darah plexus Kiesselbach ini efektif menghentikan pendarahan kapiler yang pecah di dalam rongga hidung. Pemberian kompres dingin di area pangkal hidung atau dahi turut membantu mempercepat penyempitan pembuluh darah lokal.

Setelah sepuluh menit, lepaskan jepitan jari secara perlahan untuk memeriksa apakah pendarahan telah berhenti secara sempurna. Jika aliran darah masih terus keluar, ulangi penekanan cuping hidung selama sepuluh menit kedua dengan tingkat tekanan yang sama. Mintalah atlet untuk tidak menghembuskan udara dari hidung atau mengulik bagian dalam hidung setelah pendarahan berhasil dihentikan.

Segera rujuk atlet ke fasilitas kesehatan terdekat jika pendarahan terus berlangsung melebihi durasi tiga puluh menit penanganan darurat. Pendarahan hebat yang tidak kunjung berhenti dapat menandakan adanya fraktur tulang hidung atau gangguan pembekuan darah yang memerlukan tindakan spesialis THT. Penanganan darurat yang tepat menjaga keselamatan dan kenyamanan atlet untuk kembali bertanding.