Provinsi Aceh kini tengah menyiapkan sebuah gebrakan besar untuk mengembalikan kejayaan olahraga gulat di ujung barat Indonesia. Memasuki tahun 2026, pengurus daerah telah merumuskan sebuah Strategi PGSI Aceh yang dirancang untuk merombak total sistem pembinaan yang selama ini dianggap masih konvensional. Fokus utama dari rencana besar ini adalah menciptakan jalur prestasi yang jelas bagi setiap pemuda di Aceh yang memiliki bakat dan fisik kuat untuk menjadi atlet gulat. Pendekatan yang dilakukan tidak hanya menyentuh aspek teknis di atas matras, tetapi juga penataan manajemen organisasi yang lebih disiplin, akuntabel, dan memiliki target yang ambisius di setiap tingkatan usia.
Visi besar yang diusung oleh kepengurusan periode ini adalah ambisi untuk Cetak Pegulat yang memiliki standar kemampuan internasional. Pengurus menyadari bahwa untuk bisa bersaing dengan pegulat dari negara-negara kuat seperti Iran atau Rusia, atlet Aceh harus memiliki dasar teknik yang sangat matang dan kekuatan fisik yang luar biasa. Oleh karena itu, kurikulum latihan baru telah disusun dengan mengadopsi metode pelatihan dari luar negeri yang disesuaikan dengan karakteristik fisik atlet lokal. Program ini mencakup intensitas latihan yang ditingkatkan, simulasi pertandingan internasional secara rutin, serta pengiriman atlet-atlet terbaik untuk mengikuti pemusatan latihan di pusat-pusat gulat dunia guna memperluas wawasan bertanding mereka.
Guna mencapai target tersebut, tim pelatih menerapkan prinsip latihan yang sangat disiplin atau sering disebut dengan istilah Tanpa Ampun. Setiap atlet yang tergabung dalam tim elit daerah wajib mengikuti jadwal latihan yang sangat ketat, mulai dari latihan fisik subuh hingga pengasahan teknik di malam hari. Tidak ada toleransi bagi ketidakedisplinan atau kurangnya semangat dalam berlatih. Evaluasi performa dilakukan setiap bulan dengan sistem promosi dan degradasi yang sangat ketat, sehingga hanya mereka yang benar-benar berdedikasi dan memiliki mental baja yang dapat bertahan di dalam skuad utama. Cara ini dilakukan untuk memastikan bahwa setiap keringat yang jatuh di atas matras adalah investasi menuju podium juara.
Dukungan penuh dari PGSI Aceh menjadi tulang punggung bagi terlaksananya program ambisius ini. Pengurus aktif menjalin kerjasama dengan pemerintah daerah untuk memastikan ketersediaan asupan nutrisi yang tepat bagi para atlet, mengingat gulat adalah olahraga yang sangat menguras kalori dan membutuhkan pemulihan cepat.
