Dalam olahraga gulat, Single Leg Takedown (menjatuhkan dengan memegang satu kaki) adalah salah satu teknik menjatuhkan lawan yang paling serbaguna dan sering digunakan, terutama karena memungkinkan pegulat untuk mempertahankan posisi tegak (tidak terlalu rendah) sehingga mengurangi risiko terkena serangan balik. Keberhasilan Single Leg Takedown terletak pada kemampuan pegulat untuk secara cepat memecah keseimbangan lawan sebelum melakukan penetrasi. Menguasai Single Leg Takedown adalah indikator keahlian teknis dan timing seorang pegulat, menjadikannya salah satu serangan paling efektif dalam posisi netral. Teknik Single Leg Takedown ini tidak hanya mencetak poin, tetapi juga menguras kepercayaan diri lawan.

Sama seperti Double Leg, Leg Takedown dimulai dengan Setup (persiapan) yang efektif. Karena hanya menargetkan satu kaki, pegulat harus bekerja keras untuk mengalihkan perhatian lawan dari kaki yang dituju. Salah satu setup yang umum adalah misdirection (pengalihan) dengan gerakan Club (pukulan ringan di bahu) atau Collar Tie (memegang leher) di satu sisi, sebelum tiba-tiba melakukan shoot (menerjang) ke kaki di sisi berlawanan. Setup yang sempurna akan membuat lawan berpikir defensif ke arah lain, sehingga membuka celah untuk shoot.

Fase Penetration (penetrasi) dalam Single Leg Takedown haruslah eksplosif, dengan langkah kaki yang dalam dan rendah. Setelah berhasil menangkap pergelangan kaki atau lutut, pegulat harus segera mengubah postur tubuhnya. Tujuannya adalah menjaga pegangan yang kuat pada kaki lawan sambil memposisikan kepala di sisi luar pinggul lawan (outside position). Posisi kepala yang benar ini vital karena mencegah lawan menjepit leher pegulat (guillotine choke) dan memungkinkan pegulat menggunakan bahunya untuk memberikan tekanan ke atas.

Setelah kaki lawan diamankan, langkah selanjutnya adalah Finish (penyelesaian). Ada banyak variasi finish dalam teknik ini, termasuk Single Leg Drive (mendorong lawan keluar dari matras) atau Knee Tap (menarik kaki dan menjatuhkan lawan dengan menyentuh lutut). Kunci penyelesaian adalah menjaga agar kaki lawan yang dipegang tetap tinggi dan tidak berada di matras, yang membuat lawan kehilangan daya ungkit untuk bertahan. Menurut pelatih tim gulat Jawa Barat, Bapak Jaka Permana, pada sesi turnamen di GOR Padjadjaran, Minggu, 27 April 2025, penyelesaian Single Leg harus dilakukan dalam waktu kurang dari 5 detik sejak penetrasi untuk memastikan poin.