Pembangunan lapangan tenis berstandar ITF (International Tennis Federation) menjadi prioritas utama bagi PGSI Aceh. Pertanyaan yang muncul adalah bagaimana strategi yang diterapkan untuk mewujudkan proyek ambisius ini. Jawabannya terletak pada perencanaan yang matang, kerjasama multi-pihak, dan komitmen jangka panjang terhadap pengembangan tenis di Aceh. Salah satu aspek penting dalam standar ITF adalah permukaan lapangan yang mempengaruhi, yang sangat krusial bagi pengembangan teknik pemain.
Langkah pertama yang dilakukan PGSI Aceh adalah melakukan studi kelayakan dan survei lokasi untuk menentukan tempat yang paling strategis untuk pembangunan lapangan. Faktor-faktor seperti aksesibilitas, keamanan, dan potensi pengembangan di masa depan menjadi pertimbangan utama. Setelah lokasi ditentukan, PGSI Aceh mulai menyusun rencana anggaran dan mencari sumber pendanaan, baik dari pemerintah, sponsor, maupun donatur.
PGSI Aceh juga menjalin kerjasama dengan kontraktor yang memiliki pengalaman dalam membangun lapangan tenis standar internasional. Spesifikasi teknis lapangan, seperti jenis permukaan (hard court, clay court, atau grass court), sistem drainase, dan pencahayaan, dirancang sesuai dengan standar ITF. Proses pembangunan diawasi secara ketat untuk memastikan kualitas dan keamanan lapangan.
Selain pembangunan fisik, PGSI Aceh juga mempersiapkan sumber daya manusia yang akan mengelola dan memelihara lapangan. Tenaga teknis dan petugas kebersihan diberikan pelatihan khusus untuk menjaga kualitas lapangan agar tetap dalam kondisi prima. Perawatan rutin menjadi kunci untuk memperpanjang umur lapangan dan memastikan keamanan bagi para pemain.
Dengan pembangunan lapangan berstandar ITF ini, Aceh akan memiliki fasilitas tenis yang setara dengan negara-negara maju. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan minat masyarakat terhadap tenis dan melahirkan bakat-bakat baru yang mampu bersaing di tingkat nasional dan internasional. Lapangan ini bukan hanya investasi fisik, tetapi juga investasi untuk masa depan tenis di Aceh.
