Berbeda dengan gaya klasik yang sangat membatasi area serangan, terdapat kategori gulat yang memberikan ruang gerak lebih luas bagi para atletnya. Adanya kebebasan teknik menjadikan freestyle wrestling sebagai salah satu cabang olahraga tempur yang paling menarik untuk disaksikan karena gerakannya yang liar dan tidak terduga. Dalam gaya ini, seorang pegulat diperbolehkan melakukan berbagai macam manuver, termasuk menggunakan serangan kaki sebagai senjata utama untuk menjatuhkan lawan, yang menciptakan tempo pertandingan yang jauh lebih cepat dan penuh dengan aksi eksplosif di atas matras.
Kebebasan teknik ini memungkinkan terjadinya berbagai jenis takedown yang tidak ditemukan pada gaya Greco-Roman. Serangan kaki seperti double-leg atau single-leg takedown menjadi standar emas dalam gaya bebas ini. Pegulat harus memiliki kelincahan kaki yang luar biasa untuk melakukan penetrasi ke area bawah pertahanan lawan dan segera mengunci kaki mereka. Dinamika ini menuntut kewaspadaan tinggi; lawan bisa menyerang dari sudut mana saja, baik itu dari atas bahu maupun dari bawah pinggang, sehingga strategi bertahan pun menjadi jauh lebih kompleks dan melelahkan.
Dalam freestyle wrestling, penggunaan kaki tidak hanya terbatas untuk menyerang, tetapi juga untuk bertahan dan melakukan pembalikan posisi (reversal). Pegulat sering kali menggunakan kaki mereka untuk mengait atau menyangkut kaki lawan agar tidak mudah dibanting. Kebebasan teknik ini memberikan peluang bagi atlet yang bertubuh lebih pendek namun lincah untuk bisa mengalahkan lawan yang lebih besar dengan memanfaatkan momentum dan serangan bawah yang cepat. Inilah yang membuat olahraga ini sangat digemari di seluruh dunia karena sifatnya yang inklusif terhadap berbagai postur tubuh atlet.
Namun, kebebasan ini tetap harus dijalankan dalam koridor sportivitas dan aturan poin yang berlaku. Meskipun boleh menyerang kaki, tindakan seperti menendang atau mengunci sendi secara berbahaya tetap dilarang demi keselamatan. Freestyle wrestling benar-benar menguji kapasitas fisik manusia secara total, mulai dari kekuatan otot, kecepatan reaksi, hingga daya tahan paru-paru. Dengan terus mengasah kemampuan dalam memanfaatkan kebebasan teknik ini, seorang pegulat dapat menciptakan gaya bertarung yang unik dan sulit diprediksi, menjadikan setiap detik di atas matras sebagai pertunjukan ketangkasan yang luar biasa.
