Dalam dinamika olahraga bela diri seperti gulat, risiko terjadinya kontak fisik yang berujung pada cedera merupakan hal yang tidak dapat dihindari sepenuhnya. Persatuan Gulat Seluruh Indonesia (PGSI) wilayah Aceh menyadari betul bahwa prestasi atlet harus berjalan selaras dengan jaminan perlindungan kesehatan mereka. Oleh karena itu, penerapan Manfaat Pelatihan P3K Dasar bagi para pelatih, ofisial, dan panitia pelaksana pertandingan kini menjadi agenda prioritas. Langkah ini bukan sekadar pemenuhan syarat administratif, melainkan sebuah bentuk tanggung jawab moral organisasi dalam menjaga setiap individu yang terlibat di atas matras.

Salah satu fokus utama dari program ini adalah memberikan pemahaman mendalam mengenai manajemen trauma yang sering dialami oleh pegulat. Dalam gulat, gerakan seperti bantingan, kuncian leher, hingga benturan pada persendian memiliki risiko medis yang spesifik. Melalui Pelatihan P3K, peserta dibekali kemampuan untuk mengidentifikasi tanda-tanda awal cedera serius, seperti gegar otak ringan atau dislokasi sendi bahu. Kecepatan dalam memberikan tindakan pertama sangat menentukan proses pemulihan atlet di masa depan. Jika penanganan awal dilakukan secara serampangan, risiko cacat permanen atau masa pemulihan yang sangat lama bisa saja terjadi, yang tentu akan merugikan karir atlet tersebut.

Aspek krusial lainnya yang dibahas adalah mengenai Keamanan Pertandingan secara menyeluruh. Keamanan di sini tidak hanya berarti ketersediaan personel medis, tetapi juga kesiapan alat dan pengetahuan darurat di pinggir lapangan. Di Aceh, PGSI mulai mendorong setiap penyelenggara turnamen untuk memiliki prosedur operasi standar (SOP) evakuasi medis yang jelas. Para ofisial dilatih untuk tetap tenang dan tidak panik saat melihat insiden di lapangan. Mereka belajar bagaimana cara melakukan stabilisasi pada bagian tubuh yang cedera sebelum bantuan medis profesional dengan peralatan lengkap tiba di lokasi. Ketenangan dan ketepatan tindakan ini adalah kunci utama dalam meminimalisir risiko fatalitas.

Dampak positif dari kegiatan ini sangat terasa pada meningkatnya kepercayaan diri para atlet dan orang tua mereka. Di Aceh, gulat merupakan olahraga yang sangat dihormati karena menonjolkan kekuatan dan ketangkasan fisik. Namun, kecemasan akan cedera seringkali menjadi penghambat bagi orang tua untuk mengizinkan anak-anak mereka menekuni olahraga ini secara serius. Dengan adanya standar keselamatan yang tinggi dan personel yang telah tersertifikasi, hambatan psikologis tersebut secara perlahan mulai hilang. Masyarakat kini melihat bahwa gulat adalah olahraga yang aman selama dikelola oleh orang-orang yang memiliki kompetensi medis dasar yang mumpuni.