Provinsi Aceh memiliki sejarah panjang dalam melahirkan pejuang-pejuang dengan semangat juang yang tinggi, dan semangat tersebut kini tertuang dalam pembinaan olahraga gulat. PGSI Aceh saat ini sedang gencar melakukan modernisasi teknik latihan untuk menghadapi persaingan di tingkat nasional yang semakin ketat. Fokus pengembangan saat ini diarahkan pada penguasaan serangan bawah yang agresif serta Latih Teknik menjatuhkan lawan yang memiliki tingkat efektivitas tinggi. Langkah ini diambil agar atlet-atlet Serambi Mekkah memiliki identitas permainan yang kuat, yaitu gaya bertarung yang dinamis dan sulit diprediksi.
Salah satu fokus utama dalam program latihan ini adalah penguasaan teknik serangan rendah yang menargetkan area bawah lawan. Dalam gulat gaya bebas, kemampuan untuk melakukan penetrasi cepat ke arah kaki lawan adalah aset yang sangat berharga. PGSI Aceh melatih para atletnya untuk memiliki kecepatan ledak atau explosive power saat melakukan double leg atau single leg takedown. Dengan koordinasi mata dan tangan yang cepat, seorang pegulat diharapkan mampu mengejutkan lawan sebelum mereka sempat membangun pertahanan. Keberhasilan serangan ini sangat bergantung pada pemilihan waktu yang tepat dan keberanian untuk melakukan kontak fisik secara frontal.
Selain serangan bawah, penguasaan serangan yang melibatkan bantingan juga menjadi materi wajib dalam setiap sesi latihan. PGSI Aceh menyadari bahwa sebuah bantingan yang sempurna tidak hanya menghasilkan poin besar, tetapi juga mampu meruntuhkan mental lawan secara instan. Latih Teknik seperti suplex atau lateral drop dipelajari secara mendetail, mulai dari cara mencengkeram tubuh lawan hingga koordinasi putaran pinggul saat melakukan lemparan. Namun, aspek keselamatan tetap menjadi prioritas utama. Para atlet diajarkan bagaimana cara melakukan bantingan yang aman bagi diri sendiri maupun lawan, guna menghindari cedera serius yang dapat menghambat perkembangan karier mereka.
Pemanfaatan kekuatan kaki tidak hanya digunakan untuk menyerang, tetapi juga untuk melakukan kuncian-kuncian yang mematikan di atas matras. PGSI Aceh mengembangkan variasi teknik kuncian kaki yang dapat memaksa lawan untuk menyerah atau kehilangan posisi dominan mereka. Latihan beban dan fleksibilitas menjadi menu harian bagi para atlet Aceh untuk memastikan bahwa otot-otot kaki mereka mampu menahan beban kerja yang ekstrem selama pertandingan. Dengan kaki yang kuat, seorang pegulat memiliki daya dorong yang maksimal saat melakukan bantingan dan stabilitas yang luar biasa saat harus mempertahankan posisi dari serangan balik lawan.
