Gulat adalah salah satu olahraga tertua dan paling menuntut secara fisik di dunia. Ia memerlukan perpaduan antara kekuatan, fleksibilitas, dan kecerdasan taktik. Di Aceh, gulat terus berkembang sebagai olahraga prestasi yang menjanjikan. Melalui pendekatan Anatomi Gulat, para pelatih di PGSI Aceh kini mulai menitikberatkan latihan mereka pada satu area krusial yang sering kali menjadi pembeda antara kemenangan dan kekalahan, yaitu otot inti atau core muscles. Memahami peran otot ini bukan hanya soal estetika perut yang rata, melainkan soal fungsi mekanis yang menjadi pusat dari setiap gerakan di atas matras.
Seringkali terjadi kesalahpahaman di kalangan atlet pemula bahwa kekuatan gulat hanya berasal dari lengan yang besar atau kaki yang kuat. Padahal, otot inti—yang meliputi otot perut, punggung bawah, panggul, dan diafragma—adalah jembatan yang menghubungkan tenaga dari tubuh bagian bawah ke tubuh bagian atas. Dalam setiap teknik bantingan atau upaya meloloskan diri dari kuncian, otot inti (core) berfungsi sebagai stabilisator utama. Tanpa core yang kuat, tenaga yang dihasilkan oleh kaki tidak akan tersalurkan secara maksimal ke tangan saat menarik atau mendorong lawan. Inilah yang membuat otot ini begitu sangat vital dalam struktur biomekanika seorang pegulat.
Di pusat pelatihan PGSI Aceh, latihan penguatan otot inti dilakukan dengan berbagai variasi, mulai dari yang statis seperti plank hingga yang dinamis seperti russian twist dan latihan menggunakan medicine ball. Keunggulan pegulat dengan otot inti yang kokoh adalah kemampuan mereka dalam mempertahankan keseimbangan (balance). Dalam gulat, posisi yang goyah adalah undangan bagi lawan untuk melakukan serangan. Otot inti yang terlatih memungkinkan seorang pegulat untuk segera memulihkan titik berat tubuhnya meskipun dalam posisi yang sulit. Hal ini sangat krusial saat sedang bertahan dari upaya bantingan lawan yang agresif.
Selain untuk kekuatan serangan, peran otot inti dalam gulat juga sangat berkaitan dengan pencegahan cedera, terutama di area punggung bawah. Punggung bawah sering kali menjadi titik yang paling rentan saat seorang pegulat mencoba mengangkat beban berat lawan dalam posisi membungkuk. Jika otot perut tidak cukup kuat untuk menopang tekanan tersebut, maka beban akan berpindah ke tulang belakang dan cakram sendi (disk). Dengan core yang aktif, tekanan tersebut akan didistribusikan secara merata ke seluruh dinding batang tubuh, sehingga risiko syaraf terjepit atau cedera otot punggung dapat diminimalisir secara signifikan.
